Kenapa aku tidak mendapatkan manisnya ibadah di bulan yg mulia ini...??
➖➖➖➖➖
Tidak terasa, waktu terus bergulir sesuai dg ketetapan Alloh.
Tidak terasa kita berada di penghujung akhir Romadhon....
Sungguh beruntung orang² yg mendapat taufiq untuk bisa mengisinya dengan amalan² ketaatan, baik itu puasa, sholat, shodaqoh, maupun qiroatul qur'an serta amalan² lainnya...
Namun pernahkah kita rasakan manisnya ibadah² tsb sehingga hati ini semakin rindu untuk terus menambah amalan,
ataukah jiwa ini semakin bosan...? Atau malah ada keterpaksaan untuk melakukannya...?
🍂Imam Abdulloh ibnul Mubarok rohimahulloh berkata:
قيل لوهيب: هل يجد طعم العبادة من يعصي؟
قال: لا؛ ولا من يهمّ بالمعصية.
"Dikatakan kepada Wuhaib: Apakah seorang yg bermaksiat akan mendapati rasa manis ibadah?
Beliau berkata:
TIDAK!
Dan tidak pula (akan mendapatinya) orang yg berkeinginan untuk bermaksiat."
(As-Siyar: 7/ 199)
🔴Inilah sebabnya saudara....
Kenapa kita sulit bisa merasakan manisnya suatu ibadah, manisnya bermunajat kepada Alloh Robbul 'Izzah.
Kemaksiatan.... Ya, inilah penyebabnya.
Apalah artinya kita menahan lapar & minum, jika lisan ini terus diumbar ut ghibah & namimah..
Jika mata ini terus dilepas memandang apa² yg Alloh haramkan tanpa batas...
Jika hati ini masih saja menyimpan kedengkian kpd sesama...
Jika... Jika...
🔵 Semoga Alloh berikan taufiq kepada kita untuk bisa meninggalkan kemaksiatan sehingga bisa merasakan manisnya beribadah kepada-Nya.
📝 Akhukum: Abu Zakaria Irham Al-Jawiy waffaqohulloh




















