TETAP MENDATANGI MAJLIS ILMU WALAUPUN DI BULAN ROMADHON
➖➖➖➖➖➖➖
🟣 Fatwa & Nasehat Asy-Syaikh Abdul Muhsin Al-'Abbad hafidhohulloh
🎙 Pertanyaan:
هل طلب العلم في رمضان من العبادات المقربة إلى الله عز وجل؟
وهل الأفضل لطالب العلم التفرغ لقراءة القرآن فقط، أم يجمع بين ذلك وبين طلب العلم؟
"Apakah menuntut ilmu di bulan Romadhon termasuk dari ibadah2 yg mendekatkan kepada Alloh Azza wa Jalla?
Apakah lebih utama bagi penuntut ilmu untuk konsentrasi membaca Al-Qur'an saja, ataukah menggabungkan antara hal tsb dg menuntut ilmu?
✅ Jawab:
إذا وجد من يستفيد منه علماً فليستفد منه علماً، ويجمع بين قراءة القرآن والاشتغال بذكر الله وبين تعلم العلم؛ لأنه لن يستمر على قراءة القرآن في كل وقت في الغالب،
فإذا وجد مجالاً لأن يحضر درساً من الدروس فهذا شيء طيب.
"Apabila dia mendapatkan orang yg dia bisa mengambil faedah ilmu darinya maka ambillah faedah ilmu darinya!
Dan hendaknya dia menggabungkan antara membaca Al-Quran dan menyibukkan diri berdzikir dengan mempelajari ilmu.
Sebab, biasanya dia tidak akan terus-menerus membaca Al-Quran di semua waktu.
Maka apabila dia mendapatkan kesempatan untuk menghadiri kajian dari kajian2 yg ada, maka ini adalah perkara yang bagus."
[Sumber: Mauqi' Asy-Syabakah Al-Islamiyyah]
ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🟣 Fatwa & Nasehat Asy-Syaikh Al-Albaniy rohimahulloh.
🎙 Beliau ketika ditanya tentang pengkhususan Romadhon dengan membaca Al-Qur'an saja dan meninggalkan amalan lain seperti menuntut ilmu atau mengajarkannya, maka beliau menjawab:
هٰذا التَّخصيصُ ليس له أصْلٌ في السُّنة، ولٰكن الذي هو في السُّنة ومعلومٌ في "الصحيحين": الإكثار مِن تلاوة القرآن في شهرِ رمضان.
أما تخصيصُ شهرِ رمضان لتلاوة القرآن فقط، دون أيِّ عِبادةٍ أُخرىٰ كطلبِ العلمِ وتدريسِ الحديث وبيانِه وشرحِه؛ فهذا ليس له أصْل،
"Pengkhususan ini tidak ada dasarnya dalam As-Sunnah. Akan tetapi yang ada dalam as-Sunnah dan diketahui dalam "Shohihain" (=Shohih Bukhoriy & Muslim) adalah: memperbanyak membaca Al-Qur'an di bulan Romadhon.
Adapun pengkhususan bulan Romadhon untuk membaca Al-Qur'an saja tanpa ibadah lain seperti: menuntut ilmu dan pengajaran hadits serta menjelaskan & mensyarahnya, maka (pengkhususan seperti) ini tidak ada dasarnya."
[Sumber: Mudawwanah Sukainah Al-Albaniyyah 8/08/2010]
➖➖➖➖➖➖➖
📝 Catatan:
Dari penjelasan dua ulama di atas, kita ketahui bahwa seyogyanya kita tetap menuntut ilmu, walaupun di bulan Romadhon.
Apalagi kita sadar, banyak sekali perkara2 agama baik itu aqidah maupun ibadah serta muamalah yang diri2 kita masih jahil tentangnya.
Demikian pula tentang makna & tafsir Al-Qur'an...
Bahkan kalau kita lihat dalil2 yang ada, maka akan kita dapati keutamaan yang besar bagi para penuntut ilmu....
Mulai dari langkah2 mereka keluar rumah sampai hasil yang akan didapat....
Bukankah keutamaan ini umum, baik di luar Romadhon maupun di dalam Romadhon??
Na'am, kita bisa berpuasa dari makan & minum, tapi sungguh, kita tidak boleh puasa dari menuntut ilmu....
🟢 Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah berkata:
النَّاسُ إِلَى الْعِلْمِ أَحْوَجُ مِنْهُمْ إِلَى الطَّعَامِ وَالشَّرَابِ. لِأَنَّ الرَّجُلَ يَحْتَاجُ إِلَى الطَّعَامِ وَالشَّرَابِ فِي الْيَوْمِ مَرَّةً أَوْ مَرَّتَيْنِ. وَحَاجَتُهُ إِلَى الْعِلْمِ بِعَدَدِ أَنْفَاسِهِ
“Kebutuhan manusia terhadap ilmu (syar’i) itu melebihi kebutuhannya terhadap makanan dan minuman. Sebab, seseorang membutuhkan makanan dan minuman hanyalah sekali atau dua kali (saja), adapun kebutuhannya terhadap ilmu (syar’i) itu sebanyak tarikan-tarikan nafasnya.”
[Madaarijus Saalikiin, 2/440]
📝 Akhukum: Abu Zakaria bin Ahmad Al-Jawiy
-وفقه الله وغفر له ولواديه




















