🔴 Saudaraku, jangan sampai panjang celana/sarungmu melebihi mata kaki...!
___________________
Rosululloh Shollallohu 'alaihi wa sallam bersabda:
وَارْفَعْ إِزَارَكَ إِلَى نِصْفِ السَّاقِ، فَإِنْ أَبَيْتَ فَإِلَى الْكَعْبَيْنِ،
وَإِيَّاكَ وَإِسْبَالَ الْإِزَارِ ؛ فَإِنَّهَا مِنَ الْمَخِيلَةِ ، وَإِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمَخِيلَةَ،
"Angkatlah sarung/celana/jubah-mu sampai pertengahan betis.
Jika kamu enggan, maka angkatlah sampai kedua mata kaki.
Dan tinggalkanlah isbal (memanjangkan sarung/celana sampai di bawah mata kaki) karena perbuatan itu termasuk kesombongan, dan sesungguhnya Alloh tidaklah mencintai kesombongan."
[HR. Abu Dawud 4084 dari Jabir bin Sulaim rodhiyallohu 'anhu, dishohihkan oleh Imam Al-Albaniy & Al-Wadi'iy rohimahumalloh]
Faedah hadits:
1. Sunnahnya memakai sarung/celana dengan tinggi sampai pertengahan betis.
Jika tinggi melebihi pertengahan betis, berarti telah keluar dari batasan yang disunnahkan, bahkan bisa sampai haram kalau mengakibatkan tersingkapnya aurot.
2. Bolehnya memakai sarung/celana dengan tinggi antara pertengahan betis sampai kedua mata kaki.
3. Haramnya isbal, yaitu memanjangkan sarung/celana sampai di bawah mata kaki.
4. Penegasan Nabi Shollallohu 'alaihi wa sallam bahwa isbal itu sendiri merupakan bentuk kesombongan. Sehingga siapa saja yang melakukan isbal berarti dia itu telah terjatuh dalam kesombongan, baik disadari maupun tidak.
Apalagi ketika dia telah tahu perintah Nabi Shollallohu 'alaihi wa sallam untuk mengangkat celana/sarung di atas mata kaki kemudian sengaja menolaknya.
📝 NB: Ancaman & hadits² lain tentang ISBAL bisa didengar dalam kajian:
https://t.me/alutsmaniy/4400
[Purworejo, 21 Dzulhijjah 1441]




















