🍃〰🍃〰🍃〰🍃
METODE NABAWI DALAM MENDIDIK BUAH HATI
➖➖➖➖➖➖➖
Berbaktilah Kepada Orang Tuamu untuk Bisa Mendapatkan Bakti dari Anakmu
➖➖➖➖➖➖➖
Merupakan sunnatulloh bahwa seseorang akan mendapatkan balasan sesuai dengan perbuatan yang dilakukannya.
Demikian pula dalam masalah bakti anak kepada orang tua. Seseorang yang menginginkan keturunan yang berbakti kepadanya sudah seharusnya memulai terlebih dahulu dengan mewujudkan bakti kepada orang tuanya. Apabila seseorang tidak ingin mendapati kedurhakaan dari anak maka sedini mungkin tempuhlah sebab pencegahnya sedini mungkin dengan menjauhkan diri dari mendurhakai orang tuanya.
Alloh Ta'ala telah tempatkan perintah untuk berbakti kepada orang tua persis setelah perintah untuk beribadah kepada-Nya:
۞وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعۡبُدُوٓاْ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلۡوَٰلِدَيۡنِ إِحۡسَٰنًاۚ إِمَّا يَبۡلُغَنَّ عِندَكَ ٱلۡكِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوۡ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفّٖ وَلَا تَنۡهَرۡهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوۡلٗا كَرِيمٗا ٢٣
“Dan Robb-mu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.
وَٱخۡفِضۡ لَهُمَا جَنَاحَ ٱلذُّلِّ مِنَ ٱلرَّحۡمَةِ وَقُل رَّبِّ ٱرۡحَمۡهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرٗا ٢٤
“Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Robb-ku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah merawat aku waktu kecil." [QS Al-Isro: 23-24]
📌 Diriwayatkan dari Abu Murroh Maula Ummi Hani bahwasanya suatu ketika dia mengendarai bersama Abu Huroiroh menuju kediamannya di Al-Aqiq, maka tatkala sudah masuk areal tanahnya beliau berteriak dengan suara keras:
عليكِ السلامُ ورحمةُ الله وبركاتُه يا أمَّتاه....!
“Semoga tercurah atasmu keselamatan dan rahmat Alloh, wahai ibundaku…!"
Maka sang ibu menjawab:
وعليك السلام ورحمة الله وبركاته،
“Semoga keselamatan dan rahmat Alloh serta keberkahan-Nya juga tercurah atasmu.”
Kemudian Abu huroiroh berkata:
رحمكِ اللهُ كما ربيتيني صغيراً،
“Semoga Alloh merahmati Anda sebagaimana Anda telah mengasuhku ketika kecil.”
Sang Ibu pun menjawab:
يا بُنيَّ! وأنت، فجزاك الله خيراً ورضي عنك كما بررتني كبيراً
“Wahai anakku, semoga engkaupun mendapatkan rahmat-Nya, dan semoga Alloh membalasmu dengan kebaikan dan semoga Alloh meridhoimu sebagaimana engkau telah berbakti kepadaku di saat aku tua. [Diriwayatkan oleh Imam Bukhoriy dalam Adabul Mufrod: 14 dan dihasankan oleh Imam Al-Albaniy]
Sungguh betapa indahnya suasana seperti ini, betapa sejuk di hati tutur kata yang penuh dengan doa tersebut.
Namun di sisi lain kita dapati orang-orang yang durhaka kepada orang tua terhalangi dari berbagai macam kebaikan, bahkan untuk mengucapkan kalimat tauhidpun tidak punya kemampuan.
📌Diriwayatkan dari Abu Ishak Al-Fazariy bahwa dia berkata kepada Abdulloh bin Mubarok: Wahai Abu Abdirrohman, ada seorang laki-laki dari teman kami yang telah mengumpulkan ilmu lebih banyak daripada yang aku dan engkau kumpulkan. Maka datanglah waktu kematiannya, dan aku menyaksikannya sendiri. Dikatakan kepadanya: Ucapkanlah laa ilaaha illalloh, dia menjawab: Aku tidak mampu untuk mengucapkannya. Kemudian orang yang mentalqinnya mengajak bicara maka diapun berbicara dengannya. Kemudian diminta untuk mengucapkan laa ilaaha illalloh kedua kalinya dan dia terus-menerus dalam keadaan seperti itu sampai mati. Maka akupun bertanya tentangnya, dan diberitakan kepadaku bahwa dia dulunya durhaka kepada kedua orang tuanya, maka aku pun menduga bahwa perkara yang menjadikan dia terharamkan dari mengucapkan kalimat ikhlas adalah kedurhakaanya kepada kedua orang tuanya. [Al-Muhtadhirin karya Ibnu Abid Dunya: 176]
➖➖➖➖➖➖➖
📝 Abu Zakaria Irham Al-Jawiy waffaqohulloh.
🍃〰🍃〰🍃〰🍃




















