Breaking

Jumat, 08 Maret 2019

Kenapa aku tidak mendapatkan manisnya ibadah di bulan yg mulia ini...?

πŸƒ〰πŸƒ〰πŸƒ

πŸ“ŒKenapa aku tidak mendapatkan manisnya ibadah di bulan yg mulia ini...??
➖➖➖➖➖

Tidak terasa, waktu terus bergulir sesuai dg ketetapan Alloh.
Sepertiga awal dari Romadhon telah berlalu.
Sungguh beruntung orang² yg mendapat taufiq untuk bisa mengisinya dengan amalan² ketaatan, baik itu puasa, sholat, shodaqoh, maupun qiroatul qur'an serta amalan² lainnya...
Namun pernahkah kita rasakan manisnya ibadah² tsb sehingga hati ini semakin rindu untuk terus menambah amalan,
ataukah jiwa ini semakin bosan...? Atau malah ada keterpaksaan untuk melakukannya...?

πŸ‚Imam Abdulloh ibnul Mubarok rohimahulloh berkata:

Ω‚ΩŠΩ„ Ω„ΩˆΩ‡ΩŠΨ¨: Ω‡Ω„ يجد Ψ·ΨΉΩ… Ψ§Ω„ΨΉΨ¨Ψ§Ψ―Ψ© Ω…Ω† يعءي؟
Ω‚Ψ§Ω„: Ω„Ψ§؛ ΩˆΩ„Ψ§ Ω…Ω† ΩŠΩ‡Ω…ّ Ψ¨Ψ§Ω„Ω…ΨΉΨ΅ΩŠΨ©.

"Dikatakan kepada Wuhaib: Apakah seorang yg bermaksiat akan mendapati rasa manis ibadah?
Beliau berkata: 
TIDAK!
Dan tidak pula (akan mendapatinya) orang yg berkeinginan untuk bermaksiat."
(As-Siyar: 7/ 199)


πŸ”΄Inilah sebabnya saudara....
Kenapa kita sulit bisa merasakan manisnya suatu ibadah, manisnya bermunajat kepada Alloh Robbul 'Izzah.
Kemaksiatan.... Ya, inilah penyebabnya.
Apalah artinya kita menahan lapar & minum, jika lisan ini terus diumbar ut ghibah & namimah..
Jika mata ini terus dilepas memandang apa² yg Alloh haramkan  tanpa batas...
Jika hati ini masih saja menyimpan kedengkian kpd sesama...
Jika... Jika...

πŸ”΅Semoga Alloh berikan taufiq kepada kita untuk bisa meninggalkan kemaksiatan sehingga bisa merasakan manisnya beribadah kepada-Nya.

πŸ“Akhukum: Abu Zakaria Irham Al-Jawiy waffaqohulloh

πŸƒ〰πŸƒ〰πŸƒ

Halaman